PENUAAN PROSES

PENUAAN

PROSES PENUAANPenuaan adalah proses yang terjadi dalam kehidupan manusia. Namun kita beharap dapat melewati penuaan dalam kondisi sehat dan tanpa keluhan penyakit. Sebenarnya penuaan dapat dicegah dan dihambat sehingga meskipun usia bertambah tetapi kualitas hidup tetap baik. Dengan konsep anti – aging medicine, kita dapat mengatasi masalah – masalah penuaan.

Penuaan atau aging process adalah suatu proses bertambah tua atau adanya tanda – tanda penuaan setelah mencapai usia dewasa. Secara alamiah seluruh komponen tubuh pada tahap ini tidak dapat berkembang lagi, dan mulai terjadi penurunan fungsi tubuh karena proses penuaan tersebut. Pada umumnya orang menggangap menjadi tua memang harus terjadi dan membiarkan berbagai tanda dan gejala penuaan yang mulai muncul. Ada banyak faktor yang menyebabkan orang menjadi tua melalui proses penuaan, yang kemudian menjadi sakit dan akhirnya membawa kepada kematian.

Banyak faktor yang menyebabkan dan mempengaruhi terjadinya proses penuaan itu sendiri. Dengan mengetahui penyebabnya, maka dapat dilakukan berbagai upaya berdasarkan ilmu pengetahuan terkini untuk menghambat atau memperlambat proses penuaan, sehingga seseorang dapat menua dengan kualitas hidup yang baik dapat dipertahankan.

Faktor – faktor itu secara garis besar dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal.

  1. Faktor internal misalnya radikal bebas, hormon yang berkurang, proses glikasi, metilasi, apoptosis, sistem kekebalan yang menurun, dan gen.
  2. Faktor eksternal yang memegang peranan penting sebagai penyebab terjadinya proses penuaan misalnya gaya hidup yang tidak sehat, diet yang tidak sehat, kebiasaan yang salah, polusi lingkungan, stres, dan kemiskinan.

TEORI PROSES PENUAN :

Banyak teori yang menjelaskan mengapa manusia mengalami proses penuaan. Tetapi, pada dasarnya semua teori itu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu teori wear and tear dan teori program. Ada 4 teori pokok dari aging, yaitu:

  1. Teori “Wear and Tear

Tubuh dan selnya mengalami kerusakan karena sering digunakan dan disalahgunakan (overuse and abuse). Organ tubuh seperti hati, lambung, ginjal, kulit, dan yang lainnya, menurun karena toksin di dalam makanan dan lingkungan, konsumsi berlebihan lemak, gula, kafein, alcohol, dan nikotin, karena sinar ultraviolet, dan karena stress fisik dan emosional. Namun kerusakan ini tidak terbatas pada organ melainkan juga terjadi di tingkat sel.

  1. Teori Neuroendokrin

Teori ini berdasarkan peranan berbagai hormon bagi fungsi organ tubuh. Hormon dikeluarkan oleh beberapa organ yang dikendalikan oleh hipotalamus, sebuah kelenjar yang terletak di otak. Hipotalamus membentuk poros dengan hipofise dan organ tertentu yang kemudian mengeluarkan hormonnya. Dengan bertambahnya usia tubuh memproduksi hormon dalam jumlah kecil, yang akhirnya mengganggu berbagai sistem tubuh.

  1. Teori Kontrol Genetik

Teori ini fokus pada genetik memprogram sandi sepanjang DNA, dimana kita dilahirkan dengan kode genetik yang unik, yang memungkinkan fungsi fisik dan mental tertentu. Dan penurunan genetik tersebut menentukan seberapa cepat kita menjadi tua dan berapa lama kita hidup.

  1. Teori Radikal Bebas

Teori ini menjelaskan bahwa penyebab penuaan akibat penumpukan kerusakan oksidatif oleh radikal bebas dalam tubuh. Teori ini diperkenalkan pertama kali oleh Denham Harman dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, Amerika Serikat tahun 1956.

Radikal bebas adalah senyawa kimia yang berisi satu atau lebih elektron tidak berpasangan (unpaired electron) pada orbit luarnya. Radikal bebas terbentuk sebagai hasil sampingan berbagai proses selular atau metabolisme normal yang melibatkan oksigen. Contohnya adalah Reactive Oxygen Species (ROS) dan Reactive Nitrogen Species (RNS) yang dihasilkan selama metabolisme normal. Elektron yang tidak berpasangan ini mudah bereaksi dengan substansi lain terutama protein dan lemak tidak jenuh. Melalui proses oksidasi, radikal bebas yang dihasilkan selama fosforilasi oksidatif pada mitokondria dan dapat menghasilkan berbagai modifikasi makromolekul. Radikal bebas juga dapat bereaksi dengan DNA, menyebabkan mutasi kromosom. Akumulasi yang terus menerus berkontribusi pada perubahan-perubahan yang berkaitan dengan penuaan dan mengakibatkan kerusakan sel yang ireversibel sehingga terjadi penurunan fungsi dan pada akhirnya terjadi kematian sel.

Pembentukan radikal bebas dinetralisir oleh antioksidan yang diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang berimbang. Pengaruh negatif radikal bebas terjadi jika jumlahnya melebihi kemampuan pertahanan antioksidan tubuh sehingga menimbulkan kondisi stres oksidatif.

Radikal bebas dapat terbentuk melalui dua cara, yaitu secara endogen, sebagai respon normal dari rantai peristiwa biokimia dalam sel ( intrasel ) maupun luar sel ( ekstrasel ), dan secara eksogen radikal bebas didapat dari polutan lingkungan, asap rokok, obat – obatan, dan radiasi ionisasi atau sinar ultra violet.

Mengenal tanda penuaan Proses penuaan dimulai dengan menurunnya bahkan terhentinya fungsi berbagai organ tubuh. Akibat penurunan fungsi itu ,muncul berbagai tanda dan gejala proses penuaan, yang pada dasarnya dibagi 2 bagian yaitu :

1. Tanda fisik, seperti massa otot berkurang, lemak meningkat, kulit berkerut, daya ingat berkurang, fungsi seksual terganggu, kemampuan kerja menurun dan sakit tulang.

2. Tanda Psikis antara lain menurunnya gairah hidup, sulit tidur, mudah cemas, mudah tersinggung, dan merasa tidak berarti lagi.

Proses penuaan berlangsung melalui tiga tahap sebagai berikut :

  1. Tahap Subklinik ( Usia 25 -35 Tahun )

Pada tahap ini sebagian fungsi hormon didalam tubuh mulai menurun yaitu hormon testoteron, growth hormone, dan hormon estrogen. Pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel dan DNA mulai mempengaruhi tubuh. Kerusakan ini biasanya tidak tampak dari luar. Karena itu pada tahap ini orang merasa normal, tidak mengalami gejala dan tanda penuaan, bahkan pada umumnya rentang usia ini dianggap usia muda dan normal.

  1. Tahap Transisi ( Usia 35 -45 Tahun )

Pada masa ini kadar hormon menurun sampai 25 %. Massa otot berkurang sebanyak 1 Kg setiap beberapa tahun. Akibatnya, tenaga dan kekuatan terasa hilang sedang komposisi lemak tubuh bertambah. Keadaan ini yang menyebabkan resistensi insulin, meningkatnya resiko jantung pembuluh darah dan obesitas. Pada tahap ini gejala mulai muncul, yaitu penglihatan dan pendengaran menurun, rambut putih mulai tumbuh, elastisitas dan pigmentasi kulit menurun, dorongan seksual dan bangkitan seksual menurun. Pada tahap ini orang mulai merasa tidak muda lagi dan tampak lebih tua. Kerusakan oleh radikal bebas mulai merusak ekspresi genetik yang dapat mengakibatkan penyakit seperti kanker, arthritis ( radang sendi ), berkurang memori, penyakit jantung koroner, dan diabetes.

  1. Tahap Klinik ( Usia 45 Tahun Ke Atas )

Pada tahap ini, penurunan kadar hormon terus berlanjut yang meliputi DHEA, melatonin, growth hormone, testoteron, estrogen dan juga hormon tiroid. Terjadi juga penurunan, bahkan hilangnya kemampuan penyerapan bahan makanan, vitamin dan mineral. Densitas tulang menurun, massa otot berkurang sekitar 1 Kg setiap 3 tahun. yang mengakibatkan ketidakmampuan membakar kalori, meningkatnya lemak tubuh dan berat badan. Penyakit kronis menjadi lebih nyata, sistem organ tubuh mulai mengalami kegagalan. Ketidakmampuan menjadi faktor utama sehingga menganggu aktifitas sehari-hari. Disfungsi seksual merupakan keluahan yang penting dan menganggu keharmonisan banyak pasangan.Dengan melihat ketiga tahap ini, ternyata proses penuaan tidak selalu harus dinyatakan dengan gejala atau keluhan. Ini menujukkan bahwa orang yang tidak mengalami gejala atau keluhan, bukan berarti tidak mengalami proses penuaan jangan menunggu sampai muncul gejala atau keluhan yang nyata.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPERCEPAT PROSES PENUAAN :

Berbagai faktor yang dapat mempercepat proses penuaan (Wibowo, 2003), yaitu:

  1. Faktor lingkungan.
  2. Faktor diet / makanan.
  3. Faktor genetik.
  4. Faktor psikis.
  5. Faktor organik.

CARA MENGHAMBAT PROSES PENUAAN :

Cara menghambat penuaan Pada dasarnya upaya menghambat proses penuaan dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Menjaga kesehatan tubuh dan jiwa dengan gaya hidup sehat. Termasuk dalam gaya hidup sehat adalah :

  1. Berolah raga teratur : minimal 30 menit setiap hari atau hampir setiap hari.
  2. Makanan sehat dan cukup: rendah kalori, banyak sayur dan buah, cukup protein.
  3. Hindari dan atasi stress.
  4. Hindari bahan yang bersifat racun, seperti merokok dan alkohol berlebihan, pestisida, bahan pengawet yang dilarang.
  5. Ada keseimbangan antara kesibukan dan relaksasi.

2. Kehidupan berkeluarga harus berlangsung harmonis, termasuk kehidupan seksual; hindari perilaku seksual yang tidak sehat.

3. Jangan merasa sudah tua dan tidak berdaya.

4. Lakukan pekerjaan sebagai sebuah kesenangan.

5. Hiduplah dalam lingkungan sosial yang sesuai hati nurani.

6. Upayakan selalu berpikir positif dan optimis.

7. Jangan merasa sehat dan normal hanya karena tidak merasakan keluhan yang serius.

8. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang diperlukan dan sesuai dengan kondisi masing – masing.

9. Jangan gunakan obat atau ramuan yang tidak punya dasar ilmiah yang jelas dan tanpa petunjuk tenaga ahli.

10. Gunakan obat dan supleman yang diperlukan sesuai petunjuk ahli, untuk mengembalikan fungsi berbagai organ tubuh yang menurun dengan bertambahnya usia.

Leave a Reply