Injeksi Botulinum Toxin

Keriput atau garis garis halus di wajah adalah pertanda penuaan kulit yang paling jelas dapat dilihat.

Kulit secara perlahan-lahan akan menjadi tipis dan kehilangan volumenya disebabkan karena penurunan collagen, elastin dan hyaluronic acid.

Keadaan kulit yang menipis akan diperberat lagi bila sering terpapar sinar matahari, merokok atau kurang tidur dan lain lain.

Apalagi pada orang yang cenderung ekspresive, garis garis halus atau keriput lebih gampang terbentuk.

Garis-garis halus atau keriput yang mulanya hanya terbentuk pada waktu melakukan ekspresi berubah, menjadi garis-garis static, dimana garis garis ini tetap terlihat meskipun tidak melakukan ekspresi, sehingga penanganan menjadi lebih kompleks (tidak cukup hanya menggunakan injeksi botulinum toxin ).

Disinilah peran penting injeksi botulinum toxin untuk mencegah terbentuknya garis-garis halus atau keriput.

Apa itu Botulinum Toxin Injeksi ?

Botulinum toxin adalah protein neurotoxin yang dihasilkan dari bakteri clostridium botulinum, dimana bakteri clostridium botulinum menghasilkan 8 serotype protein botulinum toxin ( A, B, C α, C β, D, E, F, G ) tetapi hanya Botulinum toxin serotype A yang paling potent dan digunakan untuk indikasi kosmetik.

Cara Kerja Botulinum Toxin

Injeksi botulinum toxin dalam jumlah kecil akan menghambat dilepaskannya acetylcholine pada neuromuscular junction sehingga berakibat sel otot tidak dapat berkontraksi, sehingga keriput atau garis garis halus tidak terbentuk. Seperti terlihat dalam gambar dibawah ini.

Kapan Injeksi Botulinum Toxin Mulai dilakukan ?

  • 1989, FDA menyetujui penggunaan injeksi botulinum toxin pada kasus strabismus (mata juling) dan kelainan syaraf N VII, blepharospasm (mata kedutan).
  • 2000, FDA menyetujui penggunaan injeksi botulinum toxin pada cervical dystonia.
  • 2002, FDA menyetujui penggunaan injeksi botulinum toxin untuk mengatasi keriput di dahi pada usia mulai 18 tahun hingga 65 tahun.
  • 2004, FDA menyetujui penggunaan injeksi botulinum toxin untuk mengobati hyperhidrosis di Axilla (mengurangi keringat berlebih di ketiak)
  • 2010, FDA menyetujui penggunaan injeksi botulinum toxin untuk pencegahan migrain yang kronik.

Fungsi Injeksi Botulinum Toxin

Untuk saat ini kami hanya membahas penggunaan injeksi botulinum toxin dalam estetik.

Injeksi Botulinum Toxin diperuntukkan untuk menghambat kontraksi otot otot wajah sehingga keriput tidak terlihat dan kulit terlihat halus dan kencang.

Terutama digunakan untuk daerah dahi dan pinggir mata (1/3 wajah bagian atas ).

Untuk penyuntikan di daerah 2/3 wajah bagian bawah harus hati hati dan memperhatikan fungsi mulut untuk makan, minum, dan menelan.

Berapa banyak yang disuntikan tergantung kondisi kulit pasien dan derajat keparahan kulit pasien.

Jadi meskipun usianya sama dan daerah yang disuntikkan sama, tetapi berapa banyak yang disuntikkan bisa berbeda.

Leave a Reply